Pengertian ISO dan Jenis-jenis Standar ISO yang Umum Digunakan oleh Perusahaan
Pengertian ISO dan Jenis-jenis Standar ISO yang Umum Digunakan oleh Perusahaan
Jika di Indonesia kita mengenal yang namanya SNI, Standar Nasional Indonesia, di kalangan internasional terhitung ada, yakni ISO (International Organization for Standardization) atau Organisasi Standar Internasional.
ISO merupakan organisasi internasional khusus di dalam standarisasi. ISO terdiri berasal dari sebagian bagian yang terdiri berasal dari organisasi-organisasi standarisasi nasional yang berasal berasal dari ratusan negara di dunia.
Barangkali tidak asing lagi di mana kita sering menyaksikan label ISO seperti gambar di atas pada perusahaan-perusahaan nasional sampai multinasional. Tapi, sudahkah kalian tau apa itu ISO, apa saja kegunaannya, dan jenis-jenisnya apa saja?
Baca selengkapnya pada penjelasan selanjutnya ini.
Pengertian, Tujuan, dan kegunaan ISO
Pengertian ISO
ISO berasal berasal dari bahasa Yunani yakni isos yang artinya serupa atau serupa. ISO (International Organization for Standardization) merupakan organisasi internasional khusus di dalam hal standarisasi.
ISO secara teknis dibentuk pada th. 1986 bersama dengan nama Technical Commitee 176 (TC176) atau lebih dikenal sebagai ISO/TC176 dan udah berhasil menyusun seri standar yang bisa diterima secara internasional. Kemudian, pada th. 1947 secara resmi ISO dibentuk bersama dengan kegiatan pokoknya membuahkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang sesudah itu dipublikasikan sebagai standar internasional Apa itu ISO? .
ISO bertugas memutuskan atau pilih standar internasional dibidang industri dan komersial dunia yang tujuan didirikannya adalah untuk meningkatkan perdagangan negara-negara yang ada di dunia ini.
Setiap perusahaan yang mengidamkan berkompetisi secara world bisa diukur kemampuannya atau keadaannya bersama dengan standar-standar yang udah ditetapkan ISO.
Tujuan ISO
Tujuan ISO adalah :
Mengembangkan dan mempromosikan standar-standar untuk umum yang berlaku secara internasional bersama dengan harapan untuk menolong perdagangan global.
Membantu pengembangan kerjasama secara world di bidang pengetahuan pengetahuan, teknologi dan kegiatan ekonomi.
Manfaat ISO Pengertian ISO: Tujuan, Jenis dan Penerapannya Bagi Perusahaan
Meningkatkan kredibilitas perusahaan.
Memiliki kesempatan lebih untuk hadapi kompetisi perdagangan global.
Meningkatkan kepercayaan konsumen.
Jaminan mutu cocok bersama dengan standar Internasional.
Mengoptimalkan kinerja para karyawan.
Meningkatkan image perusahaan.
Jenis-jenis ISO
Sertifikasi ISO terbagi jadi sebagian tipe yang dibedakan berdasarkan kegunaannya. Berikut ini adalah jenis-jenis sertifikasi ISO yang sering digunakan oleh perusahaan di Indonesia.
1. ISO 9000
Kegunaannya adalah :
Untuk menegaskan mutu sebuah perusahaan atau organisasi selanjutnya kudu bisa menanggung mutu produk atau jasa yang diberikan kepada pelanggan, tidak terpaku pada bidang tertentu.
Untuk menolong perusahaan atau organisasi menanggung kepuasan pelanggan dan juga menolong mengembangkan hal-hal baru sehingga selalu sejalur bersama dengan tujuan perusahaan.
Baca juga: Belajar Sejarah ISO 9001 dan Prinsip-prinsipnya
2. ISO 14001
Digunakan untuk menanggung dan menegaskan bahwa perusahaan atau organisasi selanjutnya haruslah memperhatikan keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Oleh dikarenakan itu, ISO 14001 terkait erat bersama dengan manajemen lingkungan dan dampak-dampak yang ditimbulkan berasal dari ada perusahaan atau organisasi tersebut.
3. ISO 28000
Kegunaaa ISO 28000 adalah untuk menanggung keamanan rantai pasokan (supply chain security) atau keamanan segala kegiatan dan orang-orang yang terlibat di dalam kegiatan usaha selanjutnya dikarenakan pekerjaan yang dilaksanakan memiliki risiko yang lumayan tinggi.
Bidang-bidang usaha yang perlu sertifikasi ini umumnya adalah usaha perhotelan, tambang, perbankan, dan fasilitas umum lainnya.
4. ISO 22000
Standar sertifikasi ISO ini diperuntukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pangan termasuk segala tipe produk makanan dan minuman. Perusahaan kudu memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan kastemer bersama dengan menanggung bahwa produk udah diuji keamanannya sebelum bisa dikonsumsi secara luas.
Perusahaan kudu melaksanakan peningkatan pada quality control dan juga rancangan pengendalian produk. Standar yang terkait bersama dengan proses manajemen keamanan pangan ini mensyaratkan sehingga setiap produk kudu memiliki rancangan pada proses dan pengendaliannya.
5. ISO 45001
ISO 45001 memuat mengenai proses manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang kudu diterapkan oleh semua pelaku usaha. Selain itu, pelaku usaha selanjutnya kudu memiliki mekanisme untuk menanggulangi risiko yang kemungkinan timbul.
Terkhusus untuk perusahaan yang memperkerjakan pegawainya di dalam kegiatan kerja yang memiliki risiko tengah sampai tinggi kudu mengantongi standar sertifikasi ISO 45001 ini. Fungsinya untuk memberikan tempat kerja yang sehat dan safe baik bagi karyawan sampai pengunjung sehingga terhindar berasal dari segala risiko di dalam kegiatan pekerjaannya.
ISO 45001 ini bisa digunakan baik oleh sektor industri besar, industri kesehatan, sampai usaha kecil lain yang berisiko.
Comments
Post a Comment